Menyiapkan Modal untuk Usaha Sampingan di Saat Krisis

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay Setiap yang akan mendirikan usaha, hampir semua mengatakan bahwa untuk membuat usaha membutuhk...

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay


Setiap yang akan mendirikan usaha, hampir semua mengatakan bahwa untuk membuat usaha membutuhkan modal. Pernah saya bertanya, berapa modal yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah usaha. Ada yang menyampaikan angka 1 juta, 10 juta, 100 juta, bahkan lebih. Itu saat kondisi normal. Dalam kondisi pandemi seperti hari ini, apakah bisnis akan kita jalankan dengan cara yang sama? Jawaban saya, bisa iya, bisa tidak. Mengapa iya dan mengapa tidak?

Sebagian orang mendirikan bisnis baru di saat pandemi adalah sebagai alternatif peluang mendapatkan penghasilan di saat bisnis atau pekerjaan utama terhenti. Tetapi, ada juga yang memang berencana untuk menjadikan bisnis ini sebagai usaha utama, walau kelak kondisi kembali normal. Itu kemudian kenapa saya katakan, akan sangat bergantung pada tujuan bisnis tersebut didirikan. 

Menghitung Modal untuk Bisnis Sampingan

Jika usaha yang didirikan adalah untuk sementara, sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka yang sebetulnya perlu dihitung adalah berapa penghasilan yang ingin diperoleh dari bisnis ini.  Apakah untuk memenuhi kebutuhan pokok harian (makan, jajan anak, listrik, air, telpon) atau juga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Kok aneh, mau usaha, malah ditanya pengeluaran harian. Ya, kembali pada tujuan bisnis ini apa. Buat apa mengeluarkan modal besar, untuk usaha yang hanya sekedarnya. Mungkin pernyataan ini dianggap terlalu terus terang, tapi ya, kita harus jujur pada diri kita sendiri. Jangan sampai kita menyimpan mimpi tinggi di atas langit karena euforia sesaat, ingin membuat bisnis besar. Dan ternyata saat kondisi kembali normal, semua yang kita upayakan kita tinggalkan begitu saja. 

Bagi yang pernah mengalami krisis tahun 1998 tentu ingat, bahwa situasi krisis saat itu membuat sebuah trend warung tenda. Di saat itu, banyak perusahaan yang memPHK karyawan. Bukan perusahaan kecil, tapi justru perusahaan besar. Beberapa bank juga tutup, termasuk salah satu BUMN tempat berkumpulnya para scientist, putra terbaik bangsa. Saat itu, warung tenda menjadi usaha yang cukup diminati. Modal tidak terlalu besar, tapi penghasilan yang diperoleh lumayan. Saya sendiri di saat itu mencoba menjajal usaha sejenis, dan hasilnya memang lumayan. 

Untuk usaha yang akan didirikan sebagai penyangga kebutuhan harian, maka struktur biaya yang dibutuhkan bisa jadi berbeda dengan usaha yang dijalankan lebih serius. Dalam usaha, modal terbagi dalam dua kelompok, yaitu investasi dan modal kerja. Untuk usaha yang rencananya dijalankan sementara, maka fokus kita adalah pada penyediaan modal kerja. Apa itu modal kerja? Modal kerja adalah modal yang digunakan untuk menyediakan produk yang kita jual. Misalnya jika usaha yang akan dijalankan adalah penjualan makanan, maka modal yang harus disediakan adalah bahan baku untuk produksi makanan. Komponen utama yang perlu disediakan adalah bahan baku, bahan penolong, kemasan, dan biaya operasional (transportasi, utilitas, dan biaya promosi). Modal yang disiapkan bergantung pada proses yang akan dipilih. Jika memproduksi sendiri, maka ada syarat minimal sekali produksi (bergantung pada resep yang digunakan). Tapi jika membeli produk yang sudah jadi (menjadi reseller), bergantung pada syarat minimal yang ditetapkan oleh produsen. 

Bagaimana dengan peralatan yang kita sebut dengan biaya investasi? Untuk bisnis sampingan di saat krisis,  ada baiknya menggunakan perlengkapan yang dimiliki. Dalam situasi seperti ini, minimalisir pengeluaran untuk investasi. Pakai peralatan yang kita miliki. Jika ingin membuka usaha jahit, pastikan kalau kita punya mesin jahit. Jika ingin membuka usaha makanan, pastikan kita punya peralatan masak, begitu juga untuk usaha lain, seperti jasa disain, atau lainnya.  Sehingga kita dapat mengukur, berapa biaya yang kita butuhkan untuk modal kerja. 

Secara umum, modal kerja dapat kita bagi dalam 4 kelompok :
1. Bahan baku dan bahan penolong
2. Tenaga kerja langsung di sektor produksi
3. Utilitas yang berhubungan dengan produksi (listrik, air, telpon, atau kuota internet)
4. Perlengkapan yang berhubungan dengan produk (contohnya benang, jarum, kemasan, label, dll)

Sekarang kita coba menghitung berapa modal yang dibutuhkan :
Misalnya usaha yang akan dilakukan adalah menjual ayam bakar sistem delivery

Contoh : Kapasitas produksi : 10 ekor ayam per hari 
Modal kerja :
10 ekor ayam ukuran 750 gram    @ Rp 35.000 x 0,75 kg x 10 ekor = Rp 262.500 
bumbu-bumbu                                                                                     =  Rp   50.000
1 buah gas melon                                                                                 =  Rp   20.000
Plastik kemasan atau dus 10 buah @ Rp 1.000 x 20                           =  Rp   20.000
Transportasi dan kuota telpon                                                              =  Rp   50.000
Upah tenaga kerja 1 orang                                                                    = Rp    50.000
Total                                                                                                      =  Rp 452.500

Misalnya satu ekor ayam dapat menghasilkan 10 potong ayam, maka jika misalnya 1 potong ayam dijual Rp 8.000, maka pendapatan per ekor Rp 80.000. Dan penjualan 10 ekor Rp 800.000. Lumayan kan, dengan modal Rp 452.000, maka keuntungan satu hari Rp 348.000. Tapi ingat ya, ini asumsi yang digunakan jika produk habis terjual. Bagaimana jika tidak? Nanti kita bahas di bab berikutnya. Tetapi inti dari tulisan kali ini adalah bahwa jika usaha yang ingin didirikan adalah untuk memenuhi kebutuhan harian, maka standar bisnis sebaiknya menyesuaikan dengan tujuan bisnis itu sendiri. Kok, seperti pesimistis? Dalam bisnis jangan hanya menghitung keuntungan di atas kertas. Kita seringkali terkecoh dengan hitung-hitungan yang dibuat. Jadi saat menjalankan bisnis, jalankan dan rasakan.

Bagaimana jika kondisi keuangan memang sangat minim? Dalam era digital, tidak menutup kemungkinan jika bisnis yang kita buat bisa dijalankan dengan modal yang sangat minim. Caranya adalah dengan membuat sistim PO sehingga produksi hanya dibuat sesuai dengan kebutuhan pesanan. Untuk nilai tertentu, misalnya pesanan yang nilainya besar, misalnya memenuhi seluruh kapasitas produksi, kita meminta uang muka atau DP. Tujuannya untu memberi kepastian bahwa produk yang dipesan akan dibayar. Jangan sampai kita sudah memproduksi tapi ternyata pesanan tidak jadi diambil. Jika produknya tahan lama, masih dimungkinkan produk itu disimpan. Tapi jika produknya sangat mudah rusak, maka akan jadi masalah jika pesanan itu tidak diambil. 

Jadi perhitungkan betul-betul, berapa modal yang bisa kita siapkan untuk usaha yang akan didirikan. Usahakan menggunakan modal kita sendiri. Kalaupun meminjam, perhitungkan bahwa pinjaman itu tidak akan menimbulkan masalah baru. "Ah, bisnis kan pasti untung." Belum tentu. Yang namanya bisnis selalu ada kemungkinan untung atau rugi, apalagi untuk pebisnis pemula. Banyak faktor non teknis yang bisa memungkinkan terjadinya kerugian. Mulailah dari modal  yang kita punya, mulai dari kuantitas kecil, mulai dari lingkungan yang terkecil. 

Jangan pernah sepelekan uang receh. Bisa jadi recehan itu yang menjadi penolong saat kita kesulitan. Dalam situasi krisis, sekecil apapun uang yang kita miliki harus kita perhitungkan dengan cermat, apalagi untuk berbisnis. Sehingga setiap rupiah yang kita keluarkan sebagai modal harus kita hitung sebagai pengeluaran. Pengalaman di awal menjalankan usaha akan menjadi catatan perbaikan untuk hari-hari berikutnya. 

Catatan terpenting untuk memulai bisnis dalam kondisi serba minim adalah disiplin, dan hemat. Disiplin dalam menggunakan modal, disiplin dalam menggunakan keuntungan, disiplin untuk tidak menggunakan uang modal untuk kebutuhan selain modal. Berhemat dengan keuntungan yang diperoleh di hari itu. Tidak mengeluarkan uang lebih besar dari keuntungan di hari itu. Jika dimungkinkan, sisihkan hingga 20 % dari keuntungan sebagai tabungan.  Bagi yang terbiasa mendapatkan gaji setiap bulan, kondisi ini bisa jadi tidak mudah. Tapi harus dilakukan. Itu satu-satunya cara supaya bisnis kita di hari esok bisa berjalan.

Jadi, sudah siap untuk buat usaha sampingan di saat krisis? Berapapun uang yang kita punya, kita bisa memulainya. Jangan lupa, kalau selain uang kita punya modal yang lebih besar dari semuanya, yaitu diri kita sendiri. Karena seberapa besarnya uang yang kita punya, bisnis tidak akan berjalan jika kita tidak bertekad. Dan sekecil apapun uang yang kita punya akan menjadi besar jika kita punya keteguhan.

Man Jadda Wa Jadda


COMMENTS

BLOGGER
Name

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik,1,5 Tips Kendalikan Bobot Badan,1,Amazing Purwakarta,1,Batik Lasem,2,Bebiluck,1,Berkebun,9,Bihun bikini,1,blog competition,9,Catatan Kecil,63,Catatan Kecil kuliner,1,Catatan Kecil. kuliner,1,Cerita Lebaran Asyik,1,Dakwah,2,Entrepeneurship,11,Event blogger,22,EventBlogger,1,Fiksi,3,Garih Batanak,1,Gili Trawangan,1,Giveaway Vivera Siregar,1,Hotel di Sukabumi,1,IOT,1,Juli Ngeblog,1,Kabupaten Balangan,1,kelas inspirasi 5 Bandung,1,Ketupat Kandangan,1,kompetisi blog,4,Kuliner,51,live with Xl,1,lomba blog,1,makanan halal,1,manfaat buah,1,Menu Sehat,2,Mochi Sukabumi,1,Mudik Lebaran 2016,1,Night at Musium,1,Pegadaian Emas,1,pengurusan ijin PIRT,1,perencanaan keuangan,1,perjalanan umroh,4,Petualangan Cahya,1,Rekening Online Bank SInarmas,1,Resep,2,Resep Churros,1,review film,1,Review Hotel,1,Review Produk,2,Roadblog 2016,2,Seputar Bisnis,90,Seputar Blog,1,Seputar Hidroponik,2,Seputar Rhamadlan,2,Siomay Bandung,1,Sirsak,1,sun Life financial,1,tax amnesty,1,Teknologi Pertanian,1,Tips Liburan,1,Tips Mudik Anti Macet,1,Travelling,30,Traveloka,1,warung sayur pintar,1,Weekend Seru,1,Wisata Murah Saat Lebaran,1,
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Menyiapkan Modal untuk Usaha Sampingan di Saat Krisis
Menyiapkan Modal untuk Usaha Sampingan di Saat Krisis
https://1.bp.blogspot.com/-68jSqyG6AAU/XtkA5HpoYUI/AAAAAAAAGnQ/zOgUIRBZpswVBq7Uzbc3rR3Z8AHER60bQCLcBGAsYHQ/s320/man-76196_1280.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-68jSqyG6AAU/XtkA5HpoYUI/AAAAAAAAGnQ/zOgUIRBZpswVBq7Uzbc3rR3Z8AHER60bQCLcBGAsYHQ/s72-c/man-76196_1280.jpg
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2020/06/menyiapkan-modal-untuk-usaha-sampingan.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2020/06/menyiapkan-modal-untuk-usaha-sampingan.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Maintenance by Hakimtea | Blogger Bandung