Mengenal Financial Literacy Cara Cerdas Kelola Uang

Adakah yang tidak butuh uang? Hari gini, semua orang tentunya membutuhkan uang. Sejak bayi hingga lansia, selama masih bernapas. Uan...



Adakah yang tidak butuh uang? Hari gini, semua orang tentunya membutuhkan uang. Sejak bayi hingga lansia, selama masih bernapas. Uang kita butuhkan untuk membeli makanan, pakaian, sewar atau beli rumah, membiayai pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan tersier. "Saya sih berkebun bu, jadi tidak membeli makanan", baiklah, tapi tanaman yang anda produksi tentunya anda jual kan untuk membiayai kebutuhan lainnya. Saat bicara uang, semua orang selalu bicara tentang potensi uang yang dihasilkan serta peluang untuk menghasilkan uang. Tetapi dalam financial literacy, sebenarnya kita tidak hanya bicara uang yang kita akan peroleh, tetapi mulai dari uang yang kita perlukan, hingga juga potensi asset yang kita miliki. 

Mengenal Financial Literacy
Financial literasi yang artinya pemahaman keuangan/kemelekan keuangan, difahami oleh sebagian orang sebagai kecerdasan keuangan, tetapi juga difahami sebagai pemahaman tentang keuangan. Ada beberapa pengertian tentang financial literacy, satu diantaranya adalah suatu kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan keahlian untuk mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien. Pengertian lainnya, menunjukkan bahwa financial literacy mencakupi kemampuan seseorang dalam membaca, menganalisa, mengelola, dan berkomunikasi mengenai keuangan pribadi yang mempengaruhi kesejahteraan keuanngan pribadi. . Financial literacy, mulai dikenal di Indonesia, awal tahun 2000-an. Saya sendiri mengenalnya, setelah terlibat dalam proyek keuangan pasca tsunami di Aceh, di saat beberapa donor asing mengenalkan tentang financial literacy. 

Semula saya berfikir bahwa financial literacy hanya perlu difahami oleh pengusaha, tetapi, tenyata kemudian hari saya sadar, bahwa semua orang harus belajar financial literacy. Karena dalam financial literacy, kita tidak hanya belajar mengenai pengelolaan uang, tetapi mulai dari awal, yaitu kebutuhan kita akan uang. Barulah selanjutnya kita menganalisis semua asset yang dimiliki dan potensi pendapatan serta pengelolaan pendapatan tadi. Secara garis besar, terdapat 3 hal yang perlu diketahui melalui financial literacy :

1. Kenali Kebutuhan dan Gaya Hidup Anda

Apakah anda mahasiwa yang kost jauh dari orang tua, atau karyaran junior masih single, atau pekerja level manajemen, ibu rumah tangga, atau petani? Semua harus mengenali kebutuhan dan gaya hidup kita. Setiap orang dengan kelompok usia, jumlah tanggungan dan kelompok pendapatan pastinya memiliki kebutuhan dan pola pengeluaran yang berbeda. Semakin muda usia, maka kelompok biaya hidup yang dibutuhkan akan semakin sedikit. Setiap bulan seharusnya kita mengetahui berapa pengeluaran uang yang kita butuhkan. Sehingga, kita dapat menentukan berapa uang yang kita butuhkan per bulan. Dengan pola ini, tidak akan ada ungkapan besar pasak daripada tiang, karena kita tahu persis berapa biaya yang dibutuhkan per bulan.  Sebagai garis besar, cicilan untuk pinjaman tidak boleh lebih dari 30 % pendapatan. Artinya jika akan merencanakan melakukan pinjaman, maka cicilan yang nantinyaa akan dibayar per bulan, tidak boleh lebih dari 1/3 pendapatan kita.
2. Kenali Potensi Asset yang dimiliki

Semua orang memiliki potensi untuk dapat menghasilkan uang, apakah berasal dari memproduksi barang, menjual jasa, atau menyewakan sarana yang dimiliki. Seperti contoh, banyak penduduk di desa yang menmiliki asset dalam bentuk tanah, sawah, kolam, hewan ternak, tetapi karena pendapatannya terbatas, merasa tidak memiliki uang. 
Asset yang berpotensi untuk menghasilkan uang tidak hanya asset dalam bentuk fisik dan bisa dinilai (tangible asset), tetapi juga asset yang tidak bisa dinilai (intangible asset). Yang termasuk dalam tangible asset, adalah : tanah (sawah, ladang, kolam), bangunan, kendaraan, alat dan mesin (komputer, laptop, handphone, aneka peralatan yang dimiliki). Intangible asset, antara lain : pengetahuan, keterampilan, jejaring (koneksi, hubungan pertemanan), dan lainnya. 



3. Hitung pendapatan dan potensi pendapatan per bulan

 Dalam mengelola keuangan pribadi, sebuah rumus sederhana yang perlu menjadi perhatian, yaitu bahwa pendapatan tidak boleh lebih kecil dari pengeluaran. Pada saat pendapatan lebih kecil dari pengeluaran, maka akan terjadi defisit, dimana akan terjadi dua tindakan, yaitu meminjam atau menjual/gadai barang yang dimiliki. Pada saat menghitung pendapatan, kita pastinya menghitung terlebih dahulu pendapatan utama, baru kemudian merancang untuk dapat memperoleh pendapatan sampingan, dengan tidak mengganggu sumber pendapatan utama. Kondisi ini sebaiknya diterapkan sejak dini, sejak pertama kali kita mengenal uang. 



Apakah dibolehkan berhutang? 
Secara keuangan tidak ada larangan dalam berhutang, selama kita dapat membayar hutang atau pinjaman. Pastikan, masih ada slot anggaran dalam alokasi uang yang dimiliki untuk membayar hutang. Dalam berbagai kasus, tidak ada hutang yang dapat diselesaikan oleh hutang lagi. Karena hutang memiliki jatuh tempo, dan ada kelebihan uang yang harus dibayarkan dalam bentuk bunga/jasa/bagi hasil. 
Yang harus diyakinkan adalah bahwa hutang bukanlah uang temuan, yang suatu saat akan dilupakan. Bisa jadi mungkin pinjaman itu dilakukan pada keluarga dekat. Tapi harus diwaspasdai, jangan sampai hutang dapat membuat hubungan pertemanan/keluarga menjadi bermasalah. 

Menabung
Hemat pangkat kaya, sebuah ungkapan yang dikenalkan pada anak-anak sejak dulu. Menabung adalah bentuk penghematan terhadap pendapatan yang dimiliki. Mengenalkan menabung sejak dini pada anak, akan membuat anak menjadi lebih hemat dan teliti. Tidak dipungkiri, godaan gaya hidup saat ini membuat manusia selalu ingin tampil wah, karena salah satu penghargaan masyarakat umumnya adalah pada penampilan yang keren. Penampilan keren, pastinya membutuhkan modal., tetapi, memiliki keamanan finansial jelas lebih keren. 
Menabung masa kini, dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah investasi. Banyak jenis investasi yang dapat dipilih, sesuai dengan pendapatan yang dimiliki. 

Melek Finansial Menuju Cerdas Finansial
Setidaknya, setelah melek finansial,  ke depan akan lebih cerdas secara finansial. Tidak tergoda untuk membeli barang yang tidak perlu, dan menyesal, karena harus menjual kembali barang-barang yang dibeli karena kesulitan keuangan. Saya pribadi pernah mengalaminya 10 tahun yang lalu, saat saya terjerat kartu kredit. Alhamdulilah, sekarang sudah bebas. Bukan karena salah kartu kreditnya, tetapi karena saya salah memperlakukan kartu kredit. 10 tahun ini saya bebas dari kartu kredit, dan tidak tergoda untuk melakukan kesalahan finansial kembali. 

Menyesal ya, tapi itu bagian dari pembelajaran. Hidup terus berlanjut, dan tidak usah khawatir juga kalau tidak dapat beli gadget model baru, tidak dapat mengikuti mode pakaian terbaru. Toh para CEO kelas dunia hidupnya sederhana, masa kita demi penampilan mau berhutang. "Kan biar gaya, di depan client." Tidak usah khawatir, tidak selamanya client memilih kita karena penampilan keren. Yang penting pekerjaan selesai baik, tepat waktu. Kalau client puas, pasti bakal repeat order. 

Nah, melek financial ternyata bukan hanya untuk pengusaha kan. Tapi kalau kita sudah melek finansial, tidak sulit untuk memulai menjadi pengusaha. Karena pengusaha sukses diantaranya adalah yang dapat mengelola uang. 

#BelajarMelekKeuangan #FinancialLiteracy #HematPangkalKaya #KelolaAsset #HitungKebutuhanBulanan #Menabung #CerdasKeuangan #HindariBangkrut

COMMENTS


Maintenance by Hakimtea
Nama

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik 5 Tips Kendalikan Bobot Badan Amazing Purwakarta Batik Lasem Bebiluck Berkebun Bihun bikini blog competition Catatan Kecil Cerita Lebaran Asyik Dakwah Entrepeneurship entrepreneurship Event blogger EventBlogger Fiksi Garih Batanak Gili Trawangan Giveaway Vivera Siregar Hotel di Sukabumi IOT Juli Ngeblog Kabupaten Balangan kelas inspirasi 5 Bandung Ketupat Kandangan koperasi era modern Kuliner live with Xl makanan halal manfaat buah Menu Sehat Mochi Sukabumi Mudik Lebaran 2016 Night at Musium Pegadaian Emas pengurusan ijin PIRT perencanaan keuangan Petualangan Cahya Rekening Online Bank SInarmas Resep Resep Churros Review Hotel Review Produk Roadblog 2016 Seputar Bisnis Seputar Blog Seputar Hidroponik Siomay Bandung Sirsak sun Life financial tax amnesty Teknologi Pertanian Tips Liburan Tips Mudik Anti Macet Travelling Traveloka warung sayur pintar Weekend Seru Wisata Murah Saat Lebaran
false
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Mengenal Financial Literacy Cara Cerdas Kelola Uang
Mengenal Financial Literacy Cara Cerdas Kelola Uang
https://4.bp.blogspot.com/-oaiXO1MSWSs/WhFjtqol2bI/AAAAAAAAD6U/XHvPHmJOkM4sDbbdJLGI1r5ZHkAAaeqmwCLcBGAs/s400/finlit.png
https://4.bp.blogspot.com/-oaiXO1MSWSs/WhFjtqol2bI/AAAAAAAAD6U/XHvPHmJOkM4sDbbdJLGI1r5ZHkAAaeqmwCLcBGAs/s72-c/finlit.png
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2017/11/mengenal-financial-literacy-cara-cerdas.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2017/11/mengenal-financial-literacy-cara-cerdas.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy