#Umroh #TabunganUmroh #RubiTour #Travel #Ibadah #perjalananspiritual
Bagi umat Islam, ibadah ke Baitullah menjadi dambaan. Tidak memandang laki, perempuan, tua, muda, miskin atau kaya. Yang kaya bisa jadi tidak pernah berangkat jika tidak terpanggil. Yang miskin pun, jika undangan sudah tiba, tidak ada yang dapat menolak. Semua memang rahasia Allah, dan itu sempat menjadi "gugatan" saya pada Allah beberapa tahun terakhir.
Melihat teman yang bergantian berangkat ke Baitullah untuk haji maupun umroh sering hati ini merasa iri. Secara, beberapa kali berniat pergi, tapi tak kunjung juga. Sehingga seorang teman berkata "Mungkin, niatnya belum kuat." Iya, bisa jadi. Saya selalu bilang ingin umroh, tapi belum mengalokasikan anggaran buat umroh. Selalu saja, tergoda kebutuhan yang lain.
Mencukupkan Ikhtiar untuk Menjalankan Niat Umroh
5 tahun terakhir ini, saya baru meniatkan umroh, duh telat pisan ya. Suka malu lihat anak-anak muda yang sudah berangkat ke Baitullah. "Halow, kemana aja Bu?" Alasan ekonomi sering jadi penghalang untuk ibadah. Mulai dari beli rumah, beli kendaraan, sekolah anak, sampai travelling. Tuh kan bisa, tapi buat ibadah?
Sampailah di akhir tahun 2018, Kang Edwin mengajak saya bergabung membuat BMT untuk program pembiayaan umroh. BMT ini kami buat dalam bentuk Koperasi Simpan Pinjam Pola Syariah (KSPPS) dengan nama BMT Senyum Madani Lestari (Smile).
Baitullah Menjadi Rencana Hidup dan Resolusi 2019
Wall Hp Sejak Awal Tahun |
Untuk bisa berangkat ke Baitullah, saya merasa niat masih belum cukup. Maka disusunlah sebuah rencana hidup dan resolusi di tahun 2019. Saya berazam, rizki yang didapat di tahun 2019 adalah untuk umroh. Melihat kalender dan jadwal, saya merencanakan Oktober untuk berangkat umroh, dengan posisi keuangan yang sama sekali belum siap.
Catatan di planner. Ternyata saya menulis di tgl 13 & 20 Okt. Kalau saya akan umroh. |
Setelah badan hukum koperasi jadi di bulan April, mulailah saya menabung. Tabungan pertama Rp 100.000. Yah, seratus ribu mah mana cukup buat umroh. Iya sih, tapi kan yang penting memulai. Malah di BMT SMILE, tabungan awal Rp 20 ribu. Jadi kalau 100 ribu mah gak minimal pisan atuh.
Sambil berproses, saya pun mengubah gambar wall hp dengan gambar Ka'bah, dan menjadikan baitullah salah satu do'a setiap selesai shalat wajib dan sunnat. Pokoknya saya harus berusaha keras "meyakinkan" Allah kalau saya layak mendapatkan undangan.
Menjemput Undangan Allah
Bulan berganti, sampai di pertengahan tahun, tanda-tanda undangan ke Baitullah tak kunjung datang. Tabungan saya belum beranjak banyak. Digit 6 pun belum sampai. Biasanya di bulan Juni, tawaran projek berdatangan. Tapi entah kenapa pekerjaan rutin pun mundur semua. Alasannya sih karena Pilpres.
Tanpa putus asa, doa terus dipanjatkan. Termasuk menitip doa pada semua teman yang berangkat ke Baitullah. Sampai akhirnya di bulan Agustus-September 2019 rejeki mulai mengalir, dan saya niatkan untuk umroh.
Undangan Ke Baitullah
Sore itu di akhir September 2019, saya kontak Teh Ade Soraya, menanyakan jadwal umroh. Rubi Tour di akhir tahun 2019 punya 3 jadwal, yaitu tgl 18 Oktober, 19 November dan 19 Desember.
Bulan Oktober, rasanya tidak mungkin berangkat umroh. Jujur saja, uang saya belum cukup. Di bulan November, UMKM Juara mau buat event besar. Sedangkan Desember, udara sudah mulai dingin. Saya punya alergi dingin yang lumayan mengganggu.
Keesokan harinya saya berniat ke Rubi untuk menyetorkan uang yang saya miliki. Setelah ngobrol haha-hihi, karena lama tidak bertemu, tiba-tiba Teh Ade berkata ,"Teh mau berangkat sekarang ya. Insya Allah bisa disiapkan." Saya berfikir sedang bergurau, tapi pernyataan tersebut diamini oleh Kang Edwin pemilik Rubi Tour.
Saat itu badan saya gemetar, tidak percaya. Segera saya pulang mengabarkan pada suami, obrolan kami sore itu. Dan suami bilang, "Itu kan mimpi kamu, kalau memang serius, saya ijinkan."
Dalam waktu 17 hari saya menyiapkan semua kebutuhan Mulai membuat paspor, suntik meningitis, dan belanja keperluan umroh. Sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Proses Penyiapan Administrasi Umroh
Baca juga :
Proses Penyiapan Administrasi Umroh
Alhamdulillah, hari ini saya tiba di Jeddah dalam perjalanan menuju Madinah. Impian saya ke Baitullah, sudah di depan mata. Sepanjang proses tak hentinya saya menangis.
Terima kasih ya Allah, akhirnya Kau undang hamba ke rumahmu, bersama ibunda tercinta. Terimalah persembahan terbaik hamba. Tanda syukur dan terima kasih atas semua anugerah yang telah kau berikan.
Sebentar lagi hamba datang ya Allah,
Labbaikallaahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innal hamda wani'mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalaka.
Madinah, 19 Oktober 2019
COMMENTS