Menyikapi Rayuan Diskon yang Menggoda di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan memang luar biasa, bulan keberkahan bagi semua. Termasuk bagi para emak penggila diskon, seperti saya. Saking seringnya m...



Bulan Ramadhan memang luar biasa, bulan keberkahan bagi semua. Termasuk bagi para emak penggila diskon, seperti saya. Saking seringnya mengejar diskon, sampai-sampai anak saya hapal. "Ibu mau belanja karena dapat info promo diskon ya." Duh, separah itu kah stigma yang menempel pada diriku? Tapi  sejak beberapa tahun terakhir saya insyaf. Karena diskon itu membuat lemari makin penuh dan beberapa produk tidak terpakai, apalagi kalau makanan bisa jadi mubadzir.

Mulanya saya bukan tipe emak-emak hobi belanja. Semenjak krisis moneter tahun 1998 dulu, setiap ada diskon pasti saya kejar. Saat itu, rupiah yang semula Rp 2.000 per 1 USD melonjak jadi Rp 10.000 per 1 USD. Akibatnya beberapa kebutuhan bayi seperti diaper, dan susu harganya jadi melambung. Saat itu, saya baru punya bayi, usia 17 bulan. Nah, sejak itu, jadilah penggila diskon. Pokoknya dimana ada berita diskon selalu dikejar. Dananya dari mana? Kalau tidak ada cash, ya pakai kartu kredit. Sampai-sampai jebol.

Mengenal Berbagai Strategi Promosi
Dalam buku manajemen pemasaran (Kotler and Amstrong; 2008), sasaran pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menggunakan keunggulan nilai serta menjada dan memberikan kepuasan pada pelanggan. Sehingga pemasaran menjadi kegiatan dimana produsen dapat memenuhi kebutuhan dan menjalin hubungan dengan pelanggan serta mengelola hubunan yang menguntungkan. Pemasaran sendiri merupakan ujung tombak perusahaan untuk menyampaikan informasi mengenai produk kepada konsumen. Dalam menjalankan strategi pemasaran, para produsen menjalankan bauran pemasaran (marketing mix), yang secara umum dikenal terdiri dari 4 P, yaitu : 1. Product, 2. Price, 3. Place dan 4. Promotion. Walau saat ini muncul teori baru tentang bauran pemasaran dengan memasukkan 3 unsur tambahan, yaitu people, process, dan physical evidence.

Dalam marketing mix, diskon menjadi salah satu strategi yang digunakan dalam promosi. Dalam buku Manajemen Pemasaran (Boyd, et all, 2000), terdapat 3 strategi yang digunakan oleh penjual dalam menarik, konsumen, yaitu : 1. Promosi potongan harga (diskon), 2. Premium, 3. Sayembara atau perlombaan.
1.Promosi potongan harga, merupakan salah satu bentuk promosi yang paling sederhana. Potongan harga dilakukan dengan mengurangi sementara harga produk,
2. Premium, strategi promosi yang digunakan untuk menarik pembeli denan menawarkan produk barang atau jasa secara cuma-cuma dengan harga yang sudah dikurangi untuk mendorong pembelian produk lain. Istilah lain, adalah memberikan bundling.
3. Sayembara, adalah strategi dengan menawarkan hadiah berdasarkan peluang, sehingga konsumen bersaing untuk mendapatkan hadiah.

Secara bisnis, tentunya setiap perusahaan akan berhitung, diantara ketiga strategi tersebut, manalah yang paling dapat menarik konsumen. Pastinya perusahaan sudah berhitung keuntungan yang diperoleh dengan melakukan ketiga strategi tadi. Tinggal apakah kita sebagai konsumen akan tertarik pada penawaran yang diberikan atau tidak.

Keputusan Pembelian
Setelah mendapatkan informasi penawaran yang disampaikan oleh produsen dan penjual,maka selanjutnya adalah peran konsumen untuk selanjutnya melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan. Menurut Kotler, keputusan pembelian adalah keputusn konsumen untuk membeli produk diantara pilihan yang tersedia. Keputusan pembelian dapat sangat subyektif, dengan melibatkan merk, harga, kegunaan dan lainnya. Bisa jadi ada konsumen yang fanatik dengan merk atau jenis tertentu, ada pula konsumen yang fanatik terhadap harga. Yang penting yang paling murah, apapun merk nya. Atau ada pula, yang memilih barang secara realistis, sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Mau diskon, selama tidak butuh ya tidak akan dibeli.

Perilaku konsumen ini kemudian menjadi kajian para ahli pemasaran, sehingga memberikan informasi kepada perusahaan dalam meluncurkan strategi promosi. Kita bisa lihat, dalam sebuah toko, ada produk yang dijual dengan strategi diskon, premium (bundling), maupun sayembara, dan hadiah. Dalam sebuah penelitian di Amerika yang dirilis oleh Detik.com (21/02/2012), wanita lebih berburu diskon daripada mencari cinta, iyakah? Riset tersebut dilakukan pada responden perempuan dan laki-laki untuk melihat respon saat melihat informasi diskon, secara neuropsikologi. Hasilnya adalah denyut jantung para responden wanita meningkat saat mendapat informasi tentang penawaran harga terbaik untuk produk yang disukai. Riset ini menyimpulkan bahwa bagi perempuan,  mendapatkan barang dengan harga miring lebih membahagiakan daripada jatuh cinta. Sedangkan pada responden laki-laki, respon nya beragam.

Sumber : Clip art


Pilihan di Tangan Anda
Wah, jadi tidak salah ya ternyata, kalau perempuan itu hobi nawar dan mudah tergoda oleh diskon atau penawaran harga yang baik. Dan kesimpulan ini pula yang digunakan oleh sebagian besar penjual untuk menarik konsumen. Apalagi di saat Ramadhan menjelang Idul Fitri merupakan moment bagi semua orang untuk memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang terdekat. Bisa dibayangkan saat awal bulan nanti, disaat THR cair. Toko-toko akan penuh, olshop dan marketplace akan kebanjiran order. Para bakulan pun pada saatnya akan menjadi konsumen yang bisa jadi juga sama perilakunya dengan para pelanggannya.

Tinggal kita sebagai konsumen dapat mengelola belanja sesuai kebutuhan, karena menyesal tidak akan belakangan. Jangan sampai nanti terkejut di bulan Syawal melihat saldo yang menipis, dan digantikan dengan barang-barang baru yang memenuhi rumah. Dan bisa jadi diantaranya adalah arang yang tidak dibutuhkan. Jadilah konsumen cerdas, kalau tidak perlu ya jangan beli, kalau perlu ya beli. Kesempatan memang tidak akan datang dua kali. Kapan lagi dapat handphone dengan diskon tinggi, kapan lagi bisa beli mobil dengan dp murah.

Untuk menghindari belanja tidak terkendali, dapat dilakukan hal-hal seperti berikut :

1. Membuat catatan belanja
Penting membuat catatan belanja, plus dengsn perkiraan harga untuk mengendalikan belanja kita. Kalau mungkin survei harga secara online.

2. Membayar tunai atau debit di rekening khusus
Bayar tunai, hari gini. Buat shopaholic, ini cara terbaik. Daripada kebablasan belanja dan menyesal kemudian. Atau menempatkan sejumlah dana di rekening khusus. Kalau habis ya, stop belanja.

3. Disiplin
Kuncinya disiplin. Ini sih pengalaman sendiri, dan belanja itu bisa jadi rekreasi buat perempuan. Ah, jadi ingat film Reese Witherspoon yang judulnya Confesion of Shopaholic

Dalam mengendalikan godaanperang harga, dibutuhkan pengendalian diri.  Apalagi Idul Fitri 1439 H bertepatan dengan tahun ajaran baru, bisa jadi putra-putri tahun ini harus masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Yang pasti seusai libur lebaran, orang tua harus mengeluarkan anggaran untuk daftar ulang, membeli buku atau seragam baru. Kalau yang ada ya silakan, tapi yang terbatas, jangan diada-adakan. Tinggal memilih mana yang prioritas.

Kalau saya? Hehe, belum tahu juga, apakah tahun ini akan ikut pada perburuan diskon atau tidak. Soalnya anak-anak sudah besar dan mereka tidak terlalu antusias untuk berburu produk baru menjelang lebaran. Yang pasti, di bulan Ramadhan ibadah kita harus meningkat, dan mendapat keberkahan. Jangan sampai godaan mengejar diskon mengalahkan semangat beribadah di hari-hari pertama bulan Ramadhan. Semoga semangat ibadah kita tetap meningkat sejak hari pertama Ramadhan hingga menjelang 1 Syawal sebagai penentu kemenangan di bulan Ramadhan.


Sumber :
Detik.com
Philip Kotler, 2008,  Manajemen pemasaran
Boyd, 2000, Manajemen Pemasaran

COMMENTS


Maintenance by Hakimtea - Blogger Bandung
Nama

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik 5 Tips Kendalikan Bobot Badan Amazing Purwakarta Batik Lasem Bebiluck Berkebun Bihun bikini blog competition Catatan Kecil Cerita Lebaran Asyik Dakwah Entrepeneurship Event blogger EventBlogger Fiksi Garih Batanak Gili Trawangan Giveaway Vivera Siregar Hotel di Sukabumi IOT Juli Ngeblog Kabupaten Balangan kelas inspirasi 5 Bandung Ketupat Kandangan kompetisi blog Kuliner live with Xl makanan halal manfaat buah Menu Sehat Mochi Sukabumi Mudik Lebaran 2016 Night at Musium Pegadaian Emas pengurusan ijin PIRT perencanaan keuangan Petualangan Cahya Rekening Online Bank SInarmas Resep Resep Churros review film Review Hotel Review Produk Roadblog 2016 Seputar Bisnis Seputar Blog Seputar Hidroponik Seputar Rhamadlan Siomay Bandung Sirsak sun Life financial tax amnesty Teknologi Pertanian Tips Liburan Tips Mudik Anti Macet Travelling Traveloka warung sayur pintar Weekend Seru Wisata Murah Saat Lebaran
false
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Menyikapi Rayuan Diskon yang Menggoda di Bulan Ramadhan
Menyikapi Rayuan Diskon yang Menggoda di Bulan Ramadhan
https://3.bp.blogspot.com/-3US7-QaEd5Y/WwPduwIJVSI/AAAAAAAAEtk/T6p2mbvfeD4t7rjJ4armwH-6eluh_3p_ACLcBGAs/s320/PicsArt_05-22-04.03.06.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-3US7-QaEd5Y/WwPduwIJVSI/AAAAAAAAEtk/T6p2mbvfeD4t7rjJ4armwH-6eluh_3p_ACLcBGAs/s72-c/PicsArt_05-22-04.03.06.jpg
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2018/05/menyikapi-rayuan-diskon-yang-menggoda.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2018/05/menyikapi-rayuan-diskon-yang-menggoda.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy