Pengalaman Vaksin Difteri di Klinik Biofarma Bandung

"Yang dewasa, segera pada vaksin difteri ya." Saat bertemu di rumah ibu pekan lalu, adik yang beprofesi sebagai dokter menging...



"Yang dewasa, segera pada vaksin difteri ya." Saat bertemu di rumah ibu pekan lalu, adik yang beprofesi sebagai dokter mengingatkan kami untuk melakukan vaksin difteri. Sejak kembali penyakit difteri menyerang di beberapa kota, termasuk Bandung, vaksin difteri kembali dianjurkan. Anak saya yang no 3, sudah divaksin saat BIAS pada bulan Desember 2017. Kita seringkali berfikir kalau penyakit difteri hanya menyerang balita dan anak. Tetapi, cerita seorang teman kemarin, bahwa di RS Garut, terdapat 4 orang pasien difteri dewasa, dan semuanya saat ini sudah berpulan ke rahmatullah. Dampak yang diakibatkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan ini membuat khawatir, begitu pula dengan saya. Apalagi, satu anak saya tinggal di pesantren dan jauh dari keluarga.


Apa Itu Penyakit Difteri? 

Dalam web alodokter.com, disampaikan bahwa difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular, dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dyphteriae. Cara penyebarannya cukup mudah, terutama bagi orang yang belum mendapat vaksin difteri. Cara penularan bakteri ini dapat terjadi melalui beberapa media :

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara, saat penderita bersin, atau batuk. Ini adalah cara penularan difteri yang paling umum.
  • Menggunakan barang-barang yang sudah terkontaminasi bakteri, diantaranya adalah mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok dari penderita difteri.
Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang dapat membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel mati tersebut membentuk membran (lapisan tipis) berwarna abu pada tenggorokan. Racun tersebut juga berpotensi untuk menyebar melalui aliran darah dan merusak jantung, ginjal dan sistem saraf.

Gejala difteri mirip dengan influenza, yaitu batuk, pilek, demam hingga menggigil, tetapi kemudian terbentuk lapisan tipis berwarma yang menutupi amandel dan tenggorokan, suara setak, sesak napas dan lainnya . Difteri juga dapat menyerang kulit dan menyebabkan borok. Wah, membaca keterangan ini, saya jadi ngeper juga. Akhirnya diputuskan untuk memberi vaksin pada keluarga. Karena Saladin besok mau berangkat ke pesantren, maka  hari ini harus diberi vaksin difteri.

Memburu Vaksi Difteri ke Klinik Biofarma Bandung
"Kalau nanti mau vaksin mintanya Td ya." ujar adik saya saat berkunjung ke rumah tanggal 1 Januari. Ada perbedaan antara vaksin DT dan Td. Perbedaannya adalah pada kandungan serta kegunaan. Kalau vaksin DT untuk balita, sedangkan vaksin Td merupakan vaksin ulangan yang diberikan pada anak dan dewasa dengan rentang 10 tahun sekali. Sejak terjadinya wabah difteri, pemerintah meluncurkan program ORI (Outbreak Response Imunization) difteri untuk anak usia 1-<19 19="" 3="" adalah="" adik="" akhir="" bandung.="" bandung="" banten="" barat="" beberapa="" besar="" biofarma.="" biofarma="" bojongsoang="" buah="" bumn="" dan="" dapat="" dari="" daripada="" demi="" desember="" di="" diantaranya="" difteri="" dilakukan="" diperoleh="" div="" dki="" fasilitas="" habis.="" hati.="" info="" ini="" itu="" jakarta="" jauh="" jawa="" jl="" juga="" ke="" kegiatan="" kemungkinan="" kesehatan="" klinik="" lainnya.="" lalu="" memproduksi="" memutuskan="" menanyakan="" mencari="" menurut="" merupakan="" nbsp="" pasteur="" pasti="" pergi="" pikiran-rakyat.co.id="" posyandu="" provinsi="" puskesmas="" rumah="" saat="" sakit="" salah="" satu="" saya="" sedang="" sempat="" tahun.="" td.="" td="" tempat="" tempuh="" tersedia="" tetapi="" tidak="" untuk="" vaksin="" walau="" yaitu="" yang="">

Saya berangkat berdua dengan Saladin. Infonya, biaya vaksin adalah Rp 100.000. Sebetulnya di bulan Desember ada beberapa penawaran vaksin Td, tetapi jadwal saya Desember kemarin lumayan padat. Pas bisa cuti, pas programnya selesai, huhuhu.



Tidak sulit untuk menjangkau Klinik Biofarma. Jika menggunakan kendaraan pribadi, maka kendaraan diparkir di area parkiran, dan kita tinggal berjalan kaki menuju klinik, melalui pintu di samping mesjid Biofarma. Tetapi, jika menggunakan kendaraan umum, maka dapat menggunakan angkot trayek Sukajadi-Kb Kalapa, dan turun persis di depan pintu klinik Biofarma yang terletak di Jl Rumah Sakit, sebrang kantor pos RSHS Bandung. 

Begitu masuk klinik, kita akan disambut satpam yang menunjukkan pintu masuk klinik vaksin yang berada dalam kantin Biofarma. Begitu masuk ruangan klinik, temui satpam untuk meminta nomor antrian. Terdapat 3 petugas yang akan membantu setelah kita mendapat nomor antrian. Pada petugas, sampaikan jenis vaksin yang dibutuhkan, kemudian kita akan diberi sebuah kartu yang selanjutnya diisi nama, usia, alamat dan no telpon. Selanjutnya kita langsung membayar dan tinggal menunggu panggilan untuk divaksin. Oh ya, Biofarma tidak hanya melayani vaksin Td, tetapi juga vaksin lain, baik bayi, balita, anak maupun dewasa. Vaksin yang tersedia adalah Td, BCG, Hepatitis, Influenza dan lainnya. Kalau Vaksin meningitis hanya dapat dilayani pemberiannya di KKP. 

Setelah membayar, kita selanjutnya menuju ruang tunggu dekat praktek dokter. Kemudian, nama kita akan dipanggil oleh petugas, lalu kita masuk ke ruangan yang berisi dokter yang akan memberikan vaksin. Dokter ada yang laki-laki dan perempuan, tinggal menyampaikan kepada petugas. Setelah divaksin, bekas vaksin akan diberi plester, dan vaksin selesai. Proses vaksin tidak lebih dari 1 menit, yang lama ngobrolnya. Tidak usah khawatir, dokternya baik. Oh ya, ternyata saat akan melakukan vaksin Td, ada beberapa hal yang harus disiapkan, yaitu :
1. Usahakan sarapan dari rumah, jangan perut kosong. 
2. Membawa parasetmol dalam bentuk tablet atau cair, sesuai kebutuhan.

Jadi, vaksin Td ini mengakibatkan tangan pegal dan agak sedikit tidak nyaman. Parasetamol akan membantu mengurangi pegal. Tapi tidak usah khawatir, kalau belum sempat sarapan maupun tidak bawa parasetamol, semua tersedia di Biofarma. Apotik, tepat berada satu pintu dengan klinik vaksin, sedangkan kantin Biofarma berada pas di pintu keluar dari klinik vaksin. Semua berada dalam gedung yang sama.



Terlepas dari banyaknya polemik tentang vaksin, saya memilih untuk vaksin. Bukan saja karena almarhum ayah adalah dokter yang juga ahli Epidemiologi, tetapi juga itu bagian dari ikhtiar. Mengenai dugaan bahwa bahan vaksin dari hewan, kebetulan tadi sempat membaca dus wadah vaksin, tidak ada yang harus dikhawatirkan. Tugas saya sebagai ibu adalah melindungi keluarga, termasuk juga dari intaian bakteri difteri yang bisa saja dibawa oleh siapa saja dan dimana saja. Apakah ada pilihan untuk menghindari dari difteri? Vaksin difteri hanya satu-satunya pilihan yang tersedia. Mengurung diri, dan keluarga di rumah bukanlah pilihan bagi saya. Selanjutnya, sami'na waato'na. Tinggal bertawakal kepada Allah SWT, semoga Indonesia segera terbebas dari wabah penyakit menular, diantaranya adalah difteri. 

#Vaksin #Difteri #Klinik #Biofarma #ORI #Td #JlRumahSakit #Bandung #Sehat #Epidemiologi #JawaBarat 


COMMENTS


Maintenance by Hakimtea - Blogger Bandung
Nama

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik 5 Tips Kendalikan Bobot Badan Amazing Purwakarta Batik Lasem Bebiluck Berkebun Bihun bikini blog competition Catatan Kecil Cerita Lebaran Asyik Dakwah Entrepeneurship Event blogger EventBlogger Fiksi Garih Batanak Gili Trawangan Giveaway Vivera Siregar Hotel di Sukabumi IOT Juli Ngeblog Kabupaten Balangan kelas inspirasi 5 Bandung Ketupat Kandangan Kuliner live with Xl makanan halal manfaat buah Menu Sehat Mochi Sukabumi Mudik Lebaran 2016 Night at Musium Pegadaian Emas pengurusan ijin PIRT perencanaan keuangan Petualangan Cahya Rekening Online Bank SInarmas Resep Resep Churros Review Hotel Review Produk Roadblog 2016 Seputar Bisnis Seputar Blog Seputar Hidroponik Siomay Bandung Sirsak sun Life financial tax amnesty Teknologi Pertanian Tips Liburan Tips Mudik Anti Macet Travelling Traveloka warung sayur pintar Weekend Seru Wisata Murah Saat Lebaran
false
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Pengalaman Vaksin Difteri di Klinik Biofarma Bandung
Pengalaman Vaksin Difteri di Klinik Biofarma Bandung
https://4.bp.blogspot.com/-tc5jLPa_zCs/WkybPTD7mRI/AAAAAAAAEHQ/TlFZ6EWFRJA-SVeaXQ3xiF5HwPBnhbp2ACLcBGAs/s320/CYMERA_20180103_155714.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-tc5jLPa_zCs/WkybPTD7mRI/AAAAAAAAEHQ/TlFZ6EWFRJA-SVeaXQ3xiF5HwPBnhbp2ACLcBGAs/s72-c/CYMERA_20180103_155714.jpg
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2018/01/pengalaman-vaksin-difteri-di-klinik.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2018/01/pengalaman-vaksin-difteri-di-klinik.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy