Mau Sukses? Harus Berkarakter

"Ceu, saya tidak mau lagi rekrut karyawan baru dari sekolah itu, anaknya rewel" wa seorang teman yang masuk ke telpon geng...





"Ceu, saya tidak mau lagi rekrut karyawan baru dari sekolah itu, anaknya rewel" wa seorang teman yang masuk ke telpon genggam. Di hari yang berbeda, seorang karyawan yang belum genap setahun bekerja mengeluh ingin keluar dari perusahaannya bekerja. "Saya pengen keluar teh, bos nya nyebelin, teman-teman juga gak enak. Suasananya gak nyaman deh". Gumam saya, mana ada tempat kerja yang enak. Yang enak itu, tinggal di rumah, semua dilayani bak putri atau pangeran, tapi itu hanya satu bulan setelah kita lulus. Setelah itu, ibu kita akan rajin mengetuk pintu kamar "Gimana, sudah ada panggilan? Coba deh kamu buka usaha, ikut sama temanmu sana." Itu baru yang bekerja, bagaimana dengan yang berusaha? Banyak orang berfikir, kalau punya usaha sendiri itu enak, nyaman, bisa mengatur waktu sendiri, memilih aktivitas tanpa diganggu, tidur kapanpun dengan bebas. Ya, belum tahu, punya bisnis sendiri itu keruwetannya lebih banyak. Kalau bisnisnya baru mulai, kita harus belanja sendiri, mengantarkan sendiri, mengelola uang sendiri, mencatat sendiri. Kalau sudah berjalan sistem, tetap saja seorang pebisnis tidak bisa meninggalkan usahanya. Iih, jadi bagaimana dong? Kok sepertinya tidak ada yang enak.

Pintar, dan Rajin, cukupkah?

Jika kita dalam kondisi di atas, apa yang salah? Saya teringat dengan sebuah paparan yang disampaikan oleh Pak Yudi Ismayadi dari John Robert Powers,  saat mengobrol, setelah mengikuti paparan beliau di acara Career Development Centre yang diadakan oleh Mahasiswa FTIP Unpad tahun 2014 lalu. "Pintar itu harus, syarat sekarang, IP yang di atas 3, bukan seperti jaman kita kuliah dulu. Rajin, juga harus, tapi yang penting adalah soft skill." Menurut Pak Yudi, banyak orang yang pintar, dan rajin, tetapi tidak dapat berinteraksi dengan mitranya. Mau menang sendiri, manja, seenaknya, mudah menyerah. Orang yang berhasil adalah orang yang tangguh, pantang menyerah, mudah bersosialisasi, dan lainnya.

Dulu saya berfikir, cukup lah dengan IP bagus dan rajin, tapi ternyata tidak. Bahkan menurut teman yang bekerja di bagian HRD, perusahaan juga menyukai calon karyawan yang aktif di organisasi pada masa kuliah. Di organisasi lah, seseorang belajar tentang bagaimana cara mengatasi masalah, bagaimana cara bekerja dalam tim, bagaimana harus mengikuti aturan dari mitra. Teringat saat kuliah dulu, saya pernah ditawari bekerja, padahal saya masih kuliah semester 3. Dulu saat kuliah, saya aktif di organisasi, mulai dari senat, majalah kampus, mesjid, dan berbagai kepanitiaan. Di organisasi ini, pelajaran mengenai perilaku dan soft skill diperoleh. Tapi sebelumnya, waktu di SMP, ada satu organisasi yang betul-betul menempa yaitu Pramuka. Team work, dan perilaku saya peroleh saat SMP.

Apa saja Soft Skill itu? 
Kembali ke soft skill, dua kata ini yang menjadi perbincangan di organisasi kami yang sedang membantu mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Mengapa itu penting, karena kembali ke ucapan Pak Yudi, bahwa pintar dan rajin saja tidak cukup.
Menurut Parulia Hutapea dan Nurianna Thoha, soft skill atau soft competency merupakan kompetensi dasar yang menggambarkan bagaimana seseorang berperilaku agar dapat melaksanaan pekerjaannya dengan baik. Kompetensi ini menekankan pada perilaku produktif yang harus dimiliki serta diperagakan oleh seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

Apa saja yang termasuk dalam kriteria soft skill? 
Secara umum, dalam beberapa literatur yang saya baca, yang termasuk dalam soft skills, diantaranya adalah : perilaku yang baik, memiliki rasa humor, memiliki rasa empati, dapat bernegosiasi, dapat berkolaborasi, tidak mudah marah, percaya diri, sabar, tekun, memiliki pikiran terbuka serta beberapa sifat positif lainnya. Kriteria tersebut diantaranya muncul dalam beberapa iklan lowongan kerja. Perusahaan tidak hanya mencantumkan pendidikan, IPK, jenis kelamin, tetapi beberapa diantaranya mencantumkan kriteria soft skill.

Menurut wikipedia,  ada 10 soft skill yang harus dimiliki oleh pebisnis, sebagai berikut :
  1. Communication – oral, speaking capability, written, presenting, listening.
  2. Courtesy – manners, etiquette, business etiquette, gracious, says please and thank you, respectful.
  3. Flexibility – adaptability, willing to change, lifelong learner, accepts new things, adjusts, teachable.
  4. Integrity – honest, ethical, high morals, has personal values, does what’s right.
  5. Interpersonal skills – nice, personable, sense of humor, friendly, nurturing, empathetic, has self-control, patient, sociability, warmth, social skills.
  6. Positive attitude – optimistic, enthusiastic, encouraging, happy, confident.
  7. Professionalism – businesslike, well-dressed, appearance, poised.
  8. Responsibility – accountable, reliable, gets the job done, resourceful, self-disciplined, wants to do well, conscientious, common sense.
  9. Teamwork – cooperative, gets along with others, agreeable, supportive, helpful, collaborative.
  10. Work ethic – hard working, willing to work, loyal, initiative, self-motivated, on time, good attendance.

Bagaimana Dengan Karakter? 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter adalah  tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak. Dalam beberapa tulisan, karakter merupakan pembentuk soft skill. Karakter merupakan perilaku yang melekat pada seseorang. Karakter sangatlah peronal atau individual. Orang yang mempunya karakter yang baik, akan mudah untuk mengembangkan soft skill. 


Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan Perpres No 87 Tahun 2017 Tentang Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter yang diusulkan adalah pendidikan yang sesuai dengan nilai luhur pancasila, diantaranya adalah : nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatit mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungiawab. 

Sekilas, ada kemiripan antara soft skill dengan pendidikan karakter, bagi saya apapun itu, keduanya menunjukkan sebuah kualitas seorang individu. Pastinya tidak ada yang ingin memiliki partner bisnis, atau karyawan yang sombong, sok tahu, pemarah, pemalas, selalu terlambat, tidak punya rasa emphaty, tidak bertanggung jawab, dan berbagai perilaku buruk lainya. 

Kapan Mulai Mempelajari Soft Skill?

Baik pendidikan karakter maupun soft skill tentunya tidak datang dengan tiba-tiba. Untuk mendidik seseorang memiliki pribadi yang baik dan tangguh, haruslah dari kecil. Itulah, kenapa sejak kecil, anak-anak ditanamkan nilai-nilai kebaikan dalam pergaulan. Supaya saat dewasa dia dapat mandiri dan tangguh menghadapi tantangan. Seperti yang dilakukan oleh teman-teman pelaksana program Yes I Do yang digagas oleh Plan Internasional Indonesia. Mereka mulai melakukan pelatihan soft skill bagi anak usia 10 tahun. Kenapa karena pada usia SMP, anak-anak sudah mulai mendapatkan berbagai informasi dari luar. Tidak sedikit anak yang sewaktu di SD adalah anak baik, begitu meningkat pendidikan ke SMP menjadi nakal, karena salah bergaul. Sehingga bisa jadi begitu pula yang dilakukan oleh pemerintah. Melalui pendidikan karakter upaya untuk memberikan nilai-nilai positif pada anak sudah dimulai sejak pendidikan dasar. 

Pendidikan karakter bukan melulu teori tetapi juga contoh. Artinya para pendidik, harus memberi contoh baik dulu. Seperti misalnya dengan berkata sopan, berbuat baik, tidak suka marah-marah, dan berbagai perilaku lainnya. Beberapa kali saya melihat pendidik yang mendorong siswa untuk bersikap baik, tapi gurunya sendiri berkata kasar (nah lho). Dengan dalih bahwa sudah terbiasa. Nah itu dia, kembali bahwa soft skill dan pendidikan karakter adalah pembiasaan. 

Bagi para orang tua, tinggal memilih, ingin menjadi apa anaknya kelak? anak yang tangguh atau manja, pemarah atau penyabar, rajin atau pemalas, sukses atau kalah. Jangan harap anak kita akan berperilaku baik jika perilaku orang tuanya menyebalkan. Pepatah Sunda, "Uyah Moal Tees Ka Luhur", artinya, apa yang dilakukan orang tua akan menurun kepada anak. Pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah, melainkan yang terutama adalah orang tua. Jadi jika anak kita perilaku nya kurang baik, cek dulu perilaku orang tuanya. 

#Sukses #Karakter #SoftSkill #Pintar #Rajin #PendidikanKarakter #Perpres87/2017 

COMMENTS


Maintenance by Hakimtea
Nama

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik 5 Tips Kendalikan Bobot Badan Amazing Purwakarta Batik Lasem Bebiluck Berkebun Bihun bikini blog competition Catatan Kecil Cerita Lebaran Asyik Dakwah Entrepeneurship entrepreneurship Event blogger EventBlogger Fiksi Garih Batanak Gili Trawangan Giveaway Vivera Siregar Hotel di Sukabumi IOT Juli Ngeblog Kabupaten Balangan kelas inspirasi 5 Bandung Ketupat Kandangan koperasi era modern Kuliner live with Xl makanan halal manfaat buah Menu Sehat Mochi Sukabumi Mudik Lebaran 2016 Night at Musium Pegadaian Emas pengurusan ijin PIRT perencanaan keuangan Petualangan Cahya Rekening Online Bank SInarmas Resep Resep Churros Review Hotel Review Produk Roadblog 2016 Seputar Bisnis Seputar Blog Seputar Hidroponik Siomay Bandung Sirsak sun Life financial tax amnesty Teknologi Pertanian Tips Liburan Tips Mudik Anti Macet Travelling Traveloka warung sayur pintar Weekend Seru Wisata Murah Saat Lebaran
false
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Mau Sukses? Harus Berkarakter
Mau Sukses? Harus Berkarakter
https://1.bp.blogspot.com/-vMDKXbbnVmg/WcDc2q-8HwI/AAAAAAAADfg/-gNgDhMTfTs965ckVZp506BQwNCYAOGXgCLcBGAs/s320/Picture1.png
https://1.bp.blogspot.com/-vMDKXbbnVmg/WcDc2q-8HwI/AAAAAAAADfg/-gNgDhMTfTs965ckVZp506BQwNCYAOGXgCLcBGAs/s72-c/Picture1.png
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2017/09/mau-sukses-harus-berkarakter.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2017/09/mau-sukses-harus-berkarakter.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy