Oh Baso, Apa Kabarmu Sekarang?

Sebagai penggemar baso, berita mogoknya para pedagang sapi, membuat saya resah. Pasalnya bisa jadi baso yang saya gemari harganya naik, atau...

Sebagai penggemar baso, berita mogoknya para pedagang sapi, membuat saya resah. Pasalnya bisa jadi baso yang saya gemari harganya naik, atau malah menghilang dari peredaran atau ada pengganti daging lain yang perlu diwaspadai entah apa itu gerangan. Informasi hilangnya daging, sudah sepekan kemarin saya dapat dari Teh Nenden, owner Rendang Kemasan Restu Mande, Kang Ako pemilik Baso Hejo Taniko, dan tante warung tempat saya biasa belanja sayur yang sudah ribut kalau harga daging naik.

Baso sebetulnya bukan asli Indonesia. Menurut artikel yang saya baca dari  www.wikipedia.com dan www.beritaunik,net , baso di Indonesia diadaptasi dari bakso, yang  berasal dari Tionghoa, tepatnya di Fuzhou abad ke 17, saat dinasti Ming.  Istilah Bakso berasal dari Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti daging babi giling. Adapun bak sendiri dalam bahasa Cina berarti daging babi, jadi ya, asal muasalnya bakso adalah daging babi giling yang dibulatkan.Belum diperoleh informasi kapan asal muasalnya kata bakso berubah menjadi baso, sehingga saat ini bulatan daging yang menjadi pelengkap mie dikenal dengan baso supaya tidak berarti daging babi.

Di Indonesia, penganan bulat satu ini hampir ada di seluruh wilayah. Beberapa daerah yang terkenal dengan baso antara lain adalah : Solo, Malang, Garut, Tasik, Wonogiri, dan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Mungkin ada daerah lain, tapi yang saya tahu baru 6 daerah ini. Hmm, pemberdaharaan rasa bakso yang sudah saya cicipi belum banyak rupanya. kalau ada tambahan daerah lain penghasil baso, boleh deh di infokan.

Keenam daerah ini, punya karakteristik baso yang berbeda. Selain di Kabupaten Tanah Bumbu, jenis daging yang dibuat baso adalah daging sapi, sedangkan di Tanah Bumbu baso yang diproduksi adalah baso ikan, atau dikenal dengan istilah pentol ikan.

Baso Solo
Kekhasan baso ada pada baso dan kuahnya. Kuahnya cenderung berlemak padat, saat dingin tampak lapisan lemak pada bagian atas kuah. Baso nya sendiri beragam isi dari baso urat, isi cincang, isi telur, ada juga yang berisi keju. Untuk pelengkap bisa menggunakan mie, soun, tauge dan sawi hijau.

Baso Wonogiri
Menurut saya rasanya tidak jauh dari Baso Solo. Tambahannya, adalah selain menyediakan mie baso, pedagang mie dari Wonogiri juga menyediakan mie ayam. Dan kalau boleh ditanya, sepertinya sebagian besar tukang mie ayam berasal dari Wonogiri.

Baso Malang
Penganan satu ini tidak hanya terdiri dari baso bulat dan mie, tapi juga dilengkapi dengan pangsit, tahu isi, baso goreng dan gorengan sejenis lumpia. Kadangkala di beberapa daerah dikenal juga sebagai bakwan malang. Pastinya baso malang di Malang, berbeda rasanya dengan di kota lain. Ditanya mana yang paling enak, buat saya kenangan makan baso malang di Malang saat SMP rasanya belum lepas sampai sekarang.

Baso Garut
Baso yang satu ini jangan dilewatkan kalau pergi ke Garut. Popularitasnya masih kalah dengan baso solo, karena di beberapa daerah, di luar Jawa, saya hampir belum lihat ada tukang baso garut. Kalau baso Solo, jangan ditanya, mulai dari ujung Banda Aceh sampai Kalimantan yang saya tahu baso solo mudah ditemui. Yang membedakan baso garut adalah baso dan kuahnya. Walaupun berlemak, tapi rasanya lebih ringan dan lebih legit. Entah, karena daging sapi merupakan salah satu unggulan di Garut. Bagaimana tidak, mulai daging, tulang sampai kulitnya pun bisa jadi barang berharga. Kuah baso garut rasanya seperti sup dengkul atau sup kaki, gurih, manis, suedapp....

Baso Tasik
Nah baso ini tidak pernah terlewat kalau saya ke Ciamis atau Tasikmalaya. Kuahnya seperti baso garut, tapi rasanya lebih ringan. Satu lagi yang berbeda, adalah acar timun dan wortel yang selalu menjadi pelengkap. Ibarat habis makan lemak, langsung digerus dnegan timun, wortel dan bawang merah yang membuat baso yang gurih menjadi lebih segar. Mie nya juga berbeda, karena mie tasik umumnya dibuat sendiri, sehingga lebih lembut dan lebih sehat, karena digiling sesaat sebelum direbus.

Baso Ikan Tanah Bumbu
Baso ini umumnya jarang dimakan dengan kuah, sepertinya budaya baso masih baru di wilayah Kalimantan. Baso ikan atau pentol ikan umumnya dimakan dengan saus sambal atau saus kacang. Kalau di Bandung, kurang lebih seperti menyantap cilok. Sebetulnya untuk baso ikan, bisa jadi dibuat berbeda seperti diolah menjadi sejenis tom yam atau kuah asam, atau seperti celimpungan di Palembang.

Sebagai alternatif, baso tidak hanya dapat dibuat dari daging sapi, tapi juga dapat dibuat dari daging ayam, daging ikan atau malah dibuat dari bahan lain seperti jamur. Bagi saya sebagai penggemar baso, mahalnya daging sapi menjadi ancaman kehilangan makanan favorit, dan bagi para produsen baso ini menjadi tantangan untuk melakukan inovasi bisnis dan yang paling berat adalah mengalihkan konsumen fanatiknya untuk dapat menikmati baso tanpa kehilangan kenikmatan yang selama ini diperoleh.

Sepertinya, siang ini semangkuk baso akan jadi pilihan saya untuk mengisi perut. Sudah terbayang, harumnya kuah dari kepulan asap di mangkuk, dan renyahnya gigitan daging yang akan masuk ke dalam perut. Demi menjaga kesehatan, pesanan saya adalah baso dengan bihun, tauge dan sawi tanpa vetsin dan sambal. Minumnya kalau tersedia jeruk dengan sedikit gula untuk mengurangi lemak yang bakal masuk pada tubuh saya.

Ngebaso yuk....

Foto : Baso Jamur Kang Idih
         Curug Nangka Bogor 
Sumber : Koleksi Pribadi
 
Foto : Baso Hejo Taniko 
          Depan griya Ujung Berung Bandung
Sumber : www.jurnalbandung.com


COMMENTS


Maintenance by Hakimtea
Nama

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik 5 Tips Kendalikan Bobot Badan Amazing Purwakarta Batik Lasem Bebiluck Berkebun Bihun bikini blog competition Catatan Kecil Cerita Lebaran Asyik Dakwah Entrepeneurship entrepreneurship Event blogger EventBlogger Fiksi Garih Batanak Gili Trawangan Giveaway Vivera Siregar Hotel di Sukabumi Hut 69 Koperasi Indonesia IOT Juli Ngeblog Kabupaten Balangan kelas inspirasi 5 Bandung Ketupat Kandangan koperasi era modern Kuliner live with Xl makanan halal manfaat buah Mochi Sukabumi Mudik Lebaran 2016 Night at Musium Pegadaian Emas pengurusan ijin PIRT perencanaan keuangan Petualangan Cahya Rekening Online Bank SInarmas Resep Resep Churros Roadblog 2016 Seputar Bisnis Seputar Blog Seputar Hidroponik Siomay Bandung Sirsak sun Life financial tax amnesty Teknologi Pertanian Tips Liburan Tips Mudik Anti Macet Travelling Traveloka warung sayur pintar Weekend Seru Wisata Murah Saat Lebaran
false
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Oh Baso, Apa Kabarmu Sekarang?
Oh Baso, Apa Kabarmu Sekarang?
http://4.bp.blogspot.com/-g6f-F_nuDZw/VcgQ_N_KxII/AAAAAAAABVA/irA5AlslzA8/s320/IMG_20140823_132510.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-g6f-F_nuDZw/VcgQ_N_KxII/AAAAAAAABVA/irA5AlslzA8/s72-c/IMG_20140823_132510.jpg
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2015/08/oh-baso-apa-kabarmu-sekarang.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2015/08/oh-baso-apa-kabarmu-sekarang.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy