Perjalanan Sepotong Tempe

Perjalanan Sepotong Tempe Berberapa  minggu ini media menayangkan tentang kesulitan yang dialami produsen tempe dan tahu serta renc...

Perjalanan Sepotong Tempe




Berberapa  minggu ini media menayangkan tentang kesulitan yang dialami produsen tempe dan tahu serta rencana demo. Bahkan ada isue, kalau tanggal 10 September 2013 ini, produsen tempe dan tahu tidak akan berproduksi. Imbasnya, buat kita, tentu kita kesulitan untuk mengkonsumsi makanan yang katanya tidak keren itu tapi ternyata punya nilai gizi yang tinggi dan asli Indonesia.

Memang tidak diketahui kapan tempe pertama kali ada, akan tetapi, menurut wikipedia, tempe berkembang di Jawa Tengah pada abad ke-16, dan tempe berasal dari bahasa Jawa Kuno "tumpi" yaitu makanan yang berasal dari sagu dan berwarna putih. Tempe memiliki kesamaan dengan tumpi. Adapun kedelai merupakan tanaman yang berasal dari Cina dan dibudidayakan pada abad ke-17 (migroplus.com). Sehingga jika kita berkunjung ke produsen kedelai, umumnya merupakan suku Jawa atau keturunan Jawa. Berbeda dengan produsen tahu yang sebagian besar merupakan keturunan Sunda.

Indonesia merupakan produsen tempe terbesar di dunia, dan importir kedelai terbesar di Asia. Konsumsi tempe di Indonesia pada tahun 2012 menurut Susenas (BPS) adalah sebesar 7,091 kg. Jumlah tersebut jauh di atas konsumsi daging sapi , sebesar 0,365 kg, daging ayam 3,494 kg, tapi hampir mendekati telur ayam yaitu 6,518. 

Walau murah, kandungan gizi tempe tidak murahan. Tempe mengandung berbagai senyawa aktif, antara lain asam lemag Polyunsaturated Fatty Acids atau PUFA. Asam lemak ini tidak jenuh dan baik bagi kesehatan tubuh. Keberadaan asam lemak ini diperoleh dari proses fermentasi tempe, yaitu linoleat dan linolenat, yang dapat menurunkan kadar kolesterol sehingga baik untuk penderita jantung. Selain itu, terdapat zat gizi lain, yaitu Vitamim B kompleks, terdiri dari B1, Bi, B2dan B6. Yang spesial pada tempe adalah adanya zat antioksidah isoflavon.


Kandungan zat gizi tempe
Energi               (kal)              201
Protein           (gram)               20,8
Lemak           (gram)                 8,8
Hidrat arang   (gram                13,5
Serat              (gram)                 1,4
Abu                (gram)                 1,6
Kalsium           (mg)                  155
Fosfor            (mg)                   326
Besi                (mg)                       4
Karoten          (mg)                       3,4
Vitamin A        (SI)                       0
Vitamin B1       (SI)                      0,19
Vitamin C        (SI)                       0
Sumber : Komposisi zat Gizi Depkes RI
Tempe dan kedelai tidak dapat dipisahkan. Walau pada zaman orde baru, kita pernah swasembada kedelai , tapi saat ini kita adalah pengimpor kedelai yang sangat besar. Tahun 2011, Indonesia mengimpor 2.088.615 ton, sedangkan kebutuhan kedelai adalah sebesar 2,2 juta toh. Menurut beberapa sumber, produsen lebih menyukai kedelai impor sebagai bahan baku tempe karena ukurannya yang besar, dan umur simpan tempe yang dihasilkan lebih panjang.

Dengan naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang telah menembus Rp 11.000, menyebabkan harga kedelai impor menjadi Rp 10.000 dari semula Rp 7.000- Rp 8.000 per kg. Sehingga jika selama ini kita membeli tempe seharga Rp 2000 - 3.000, maka hari ini kita akan membeli tempe seharga Rp 5.000 per potong ukuran 15 x 20 cm.

Sudah ada upaya untuk memproduksi tempe dari kacang lain, seperti kacang koro, kecipir dan lamtoro, tapi tempe dari kacang kedelai tetaplah yang disukai oleh konsumen. Urusan kedelai memanglah domainnya pemerintah dalam hal ini Kementrian pertanian, bagi kami para ibu, semoga kita tetap dapat menikmati makan tempe yang asli Indonesia, karena murah, bergizi dan uenakk...

COMMENTS


Maintenance by Hakimtea
Nama

4 manfaat membeli oleh-oleh saat mudik 5 Tips Kendalikan Bobot Badan Amazing Purwakarta Batik Lasem Bebiluck Berkebun Bihun bikini blog competition Catatan Kecil Cerita Lebaran Asyik Dakwah Entrepeneurship entrepreneurship Event blogger EventBlogger Fiksi Garih Batanak Gili Trawangan Giveaway Vivera Siregar Hotel di Sukabumi IOT Juli Ngeblog Kabupaten Balangan kelas inspirasi 5 Bandung Ketupat Kandangan koperasi era modern Kuliner live with Xl makanan halal manfaat buah Menu Sehat Mochi Sukabumi Mudik Lebaran 2016 Night at Musium Pegadaian Emas pengurusan ijin PIRT perencanaan keuangan Petualangan Cahya Rekening Online Bank SInarmas Resep Resep Churros Review Hotel Review Produk Roadblog 2016 Seputar Bisnis Seputar Blog Seputar Hidroponik Siomay Bandung Sirsak sun Life financial tax amnesty Teknologi Pertanian Tips Liburan Tips Mudik Anti Macet Travelling Traveloka warung sayur pintar Weekend Seru Wisata Murah Saat Lebaran
false
ltr
item
Kebun Ceu Meta: Perjalanan Sepotong Tempe
Perjalanan Sepotong Tempe
Kebun Ceu Meta
http://www.ceumeta.com/2013/09/perjalanan-sepotong-tempe.html
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/
http://www.ceumeta.com/2013/09/perjalanan-sepotong-tempe.html
true
2985580080768164105
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy